Kesempurnaan di Balik Fisik Berbeda

                                                      

KICK Andy episode Sempurna di Mata Tuhan yang tayang malam ini di Metro TV, menampilkan bintang tamu spesial yang dapat membuka mata kita untuk terus bersyukur akan pemberian Tuhan. Keistimewaan kondisi fisik tidak membuat mereka mengeluh dan terpuruk.

Bintang tamu pertama ialah anak-anak dari keluarga Manurung asal Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatra Utara. Sang kepala keluarga serta 4 dari 6 orang anaknya mengalami barber say syndrome. Kelainan genetik langka ini umumnya ditandai dengan lipatan kulit yang dalam, mata yang agak naik, serta gigi besar.

Meski memiliki kondisi fisik yang berbeda, keluarga Manurung tetap harmonis dan percaya diri. Anak-anak yang mengalami kelainan genetik justru kini menjadi selebritas Tiktok karena kerap membuat konten yang menunjukkan positivisme dan kepercayaan diri. Kedua saudara mereka yang tidak mengalami barber say sindrome pun selalu mendukung keempat saudara mereka.

“Terima aja apa yang dikasih sama Yang Mahakuasa, terima aja, udah gitu aja sih,” kata Syarif Surya Ali Manurung, satu-satunya anak pria di keluarga itu dan juga pengidap kelainan genetik. Pria yang akrab disapa Surya ini hadir bersama satu saudara perempuannya yang mengalami kondisi sama dan satu lagi saudara kandungnya yang terlahir normal.

 Pria lulusan SMK ini sebelumnya berprofesi sebagai kuli bangunan. Kala menunggu proyek bangunan datang, maka untuk mendapat tambah­an penghasilan, ia pun memiliki ide membuat konten di medsos.

Selama menjadi kuli bangunan memiliki penghasilan yang tergolong sedikit dan harus menunggu proyek bangunan datang. Iseng, anak ketiga ini pun meng­ajak salah seorang adiknya berjoget Tiktok yang kemudian ia unggah di akunnya, @suryamanurun9.

Konten joget sederhana itu langsung viral dalam hitungan jam dan pengikut akun Surya naik seribu per menitnya. Ia kemudian juga membuat akun Youtube, yang ia beri nama ‘Keluarga Manurung’ yang kini sudah memiliki 257 ribu subscriber.

Pada awal aktif di medsos, Surya mengaku sempat juga merasa sedih dengan adanya komentar negatif tentang keluarganya. Namun, dengan dorongan sang ayah dan juga lebih banyaknya komentar positif di medsos, ia pun bangkit. “Pertama berkat saran dan motivasi dari ayah, ‘udah lanjutkan aja, teruslah berjuang, dan semangat’ terus istilahnya berani berbuat berani juga bertanggung jawab,” katanya.

Surya menuturkan lingkungan tempat tinggal mereka juga tidak pernah memandang rendah keluarga itu. Memang ada kalanya mendapat ejekan di masa kanak-kanak, tetapi tidak berlangsung lama. “Saya pribadi enggak, sih, teman-teman dan lingkungan semua nerima aja. Kalau di SD, pernah menghina, agak mem-bully. SMP pun masih gitu juga. Tapi sementara aja pas awal jumpa saja,” tambahnya.

Semenjak terkenal di medsos, Surya semakin aktif mengembangkan konten bersama keluarga­nya. Bahkan kini mereka telah memiliki tim dan mereka juga kerap diundang berkolaborasi dan diwawancarai oleh berbagai selebritas Tanah Air untuk konten mereka, di antaranya adalah tampil di Youtube Irfan Hakim dan Melaney Ricardo.

Surya dan adiknya yang bernama Yuni juga tengah berencana merilis lagu perdana. Surya menurutkan jika perilisan lagu itu tidak direncanakan sebagai permulaan karir musik, tetapi lebih untuk memberikan pesan optimisme kepada masyarakat luas.

Tidak minder

Salah seorang saudara kandung Surya yang tidak mengalami kelainan genetik, Maida Syafni Manurung, mengaku tidak pernah merasa minder dengan kondisi keluarganya.

“Alhamdulillah selama saya hidup di lingkungan dan sekolah, saya tidak pernah kena bully-an karena memiliki keluarga yang istimewa. Namun, saya selalu mendapat dukungan sama teman-teman,” ujar anak kelima dari enam bersaudara yang berprofesi sebagai guru. (M-1)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.