KSOP: Pelabuhan Marunda lampaui target PNBP 2021 sekitar 121 persen

Kini KBN di bawah manajemen barunya juga terus melakukan pembenahan dengan memperbaiki infrastruktur jalan dalam kawasannya.

Jakarta (ANTARA) – Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Marunda Kapten Isa Amsyari mengatakan Pelabuhan Marunda menghasilkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang melampaui target penerimaan negara pada tahun 2021 sekitar 121 persen.

“Hingga akhir tahun lalu perolehan PNBP di Marunda mencapai 24,9 miliar, melebihi yang ditargetkan negara sebesar 20,4 miliar atau sekitar 121 persen dari target 2021,” ujar Isa saat ditemui wartawan di Cilincing, Jakarta Utara, Kamis.

Mantan nakhoda kapal itu menambahkan, layanan bongkar muat selama 2021 mencapai 17,4 juta ton.

Isa ingin pencapaian itu lebih dimaksimalkan lagi dengan cara memudahkan proses perizinan di pelabuhan sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo dalam rangka menjaga dan menguatkan iklim investasi di Indonesia.

Ia menyebutkan 192 perusahaan di Marunda yang bergerak dalam berbagai sektor kegiatan kepelabuhanan yang perlu dimaksimalkan pelayanannya dengan pembenahan sistem perizinan berbasis teknologi digital lebih baik lagi.

Pelabuhan Marunda telah menerapkan inaportnet, yaitu layanan kepelabuhanan secara elektronik berbasis digital, sejak tahun lalu. KSOP Marunda akan tetap membenahi sistem perizinan dengan digitalisasi ini, baik dari sisi standard operating procedure (SOP) maupun infrastrukturnya, hingga terjadi peningkatan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Marunda.

“Alhamdulillah, dengan pelayanan yang baik dan komunikasi yang tepat, pendapatan negara yang diperoleh bukan pajak dari para pengusaha yang berada di wilayah KSOP Marunda meningkat,” ujar Isa pula.

KSOP Marunda juga mengupayakan harmonisasi kawasan, baik antarsesama perusahaan yang ada dalam kawasan Pelabuhan Marunda maupun dengan masyarakat di sekitar.

Misalnya, penyelesaian masalah hukum antara PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) dan Badan Usaha Pelabuhan PT Karya Citra Nusantara (KCN) diselesaikan dengan cara mediasi.

“Alhamdulillah, semua sudah harmoni. Kini KBN di bawah manajemen barunya juga terus melakukan pembenahan dengan memperbaiki infrastruktur jalan dalam kawasannya,” kata Isa.

Terkait dengan dampak sosial kegiatan pelabuhan bongkar muat, dia meminta seluruh perusahaan yang berada dalam KSOP Marunda melaksanakan SOP dengan benar.

“Kalau ada yang salah atau kurang, kami ingatkan,” ujar Isa.

Menurut Isa, saat ini sedikitnya ada empat perusahaan di wilayah KSOP Marunda berhubungan dengan batu bara yang diminta mematuhi ketentuan terkait upaya meminimalkan persebaran debu batu bara.

Sementara itu, Sekretaris Korporat PT KCN Bella Mardiana mengatakan bahwa pihaknya diminta melakukan program penghijauan di kawasan pelabuhan Marunda.

Sebagai bentuk usahanya, saat ini diciptakan program bertajuk Greenport itu agar mencegah penyebaran debu batu bara lebih luas sekaligus dapat menambah hijau kawasan pelabuhan.

Dalam program tersebut, Institut Pertanian Bogor (IPB) dilibatkan untuk melakukan kajian teknis dan akademis terkait jenis tanaman yang bisa ditanam untuk dapat menyerap debu batu bara, salah satunya tanaman bakau (mangrove).

“Melalui Greenport, KCN sudah melakukan penanaman lebih dari 20.000 mangrove untuk dapat mencegah abrasi. Ini program yang sudah direncanakan sejak lama dan rangkaian program Greenport sudah berjalan sejak 2013,” kata Bella.

Ia memastikan KCN akan terus menjalankan ketentuan atau SOP dari KSOP terkait dengan lingkungan.

Baca juga: PT KBN kalah pada tingkat PK di Mahkamah Agung

Baca juga: KCN: Pelabuhan Marunda berpotensi raup omzet hingga Rp1 triliun

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.