Leader Investasi Viral Blast Polisikan Penipuan Pimpinan Perusahaan

Jakarta, JogoBoyo.com

Puluhan leader investasi robot trading Viral Blast Global melaporkan para pimpinan PT Trust Global Karya ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan dengan total kerugian senilai Rp1,5 triliun, Rabu (23/2) 

Kuasa hukum korban, Firman mengatakan puluhan leader investasi ini juga turut menjadi korban penipuan investasi ini.

“Hari ini kami sudah buat laporan untuk para tersangka para pimpinan PT Trans Global Karya mereka semua ini adalah leader yang diminta untuk mengumpulkan member. ini korban semua, kami minta ke kepolisian untuk menindak semua,” kata Firman di Polda Metro Jaya, Rabu (23/2).

Firman menyebut para leader ini menaungi lebih dari 20 ribu member. Artinya, kata Firman, ada banyak orang yang menjadi korban penipuan investasi ini.

“Korban itu 20 ribuan lebih ya, yang kita taungi sekarang ada 20 itu bukan member tapi leader. ada ribuan di bawahnya ini kan Multi Level Marketing,” ujarnya.

Dalam pelaporan itu, pihaknya menyertakan sejumlah barang bukti. Salah satunya berupa surat perjanjian, polis, hingga bukti transfer.

Dalam kesempatan sama, salah satu korban Daniel mengaku bersama para korban lainnya memutuskan untuk mengikuti investasi karena PT Trans Global Karya memberikan bukti legalitas.

“Jadi kita dari awal perusahaan menawarkan konsep investasi dengan menonjolkan legalitas, dengan proteksi pengembalian modal kalau apabila di dalam melakukan transaksi trading mengalami lose, jadi ada proteksi selama masa kontrak,” tuturnya.

Daniel mengklaim sudah banyak yang menjual harta bendanya demi melakukan investasi. Namun, kini mereka justru harus kehilangan uang.

“Ternyata di tengah kita menjalani usaha ini ternyata mereka mengalami konflik dan membuka semuanya bahwa aplikasi ini bukan real trading, tapi fake trading dan itu semuanya skema ponzi dan untuk korban yang percaya legalitasnya yang ditawarkan,” ucap Daniel.

Laporan korban ini diterima kepolisian dengan nomor LP/B/955/II/2022/SPKT/Polda Metro Jaya dan LP/B/956/II/2022/SPKT/Polda Metro Jaya. Dalam laporan itu, para korban melaporkan terkait dengan mempersangkakan pasal 378 dan atau 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menetapkan empat tersangka terkait kasus investasi bodong melalui aplikasi robot trading Viral Blast Global yang diduga merugikan nasabah hingga Rp1,2 triliun.

Tiga tersangka berinisial RPW, ZHP, dan MU disebut berperan memberikan presentasi dan meyakinkan calon anggota bahwa tidak akan rugi berinvestasi di Viral Blast. Sedangkan satu tersangka lainbya masih dalam upaya pengejaran dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Kami mendalami ada dugaan tindak pidana, undang-undang perdagangan dengan menggunakan skema ponzi atau piramida. Diperkirakan member-nya sudah mencapai 12.000 member dengan investasi sebesar Rp1,2 triliun,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan, kepada wartawan, di kantornya, Jakarta, Senin (21/2).

Sebagai informasi, kasus ini mencuat lantaran sejumlah member yang merasa dirugikan menduduki kantor aplikasi tersebut di Surabaya, Jawa Timur, dan meminta pertanggungjawaban.

Aplikasi ini ada di bawah naungan perusahaan PT Trust Global Karya yang tak memiliki izin melakukan perdagangan bisnis robot trading. Selain itu, mereka juga menggunakan skema ponzi dalam beroperasi selama ini.

“Hasil kejahatan dinikmati bersama-sama oleh para pengurus Viral Blast dan afiliasinya,” jelas Whisnu.

(dis/kid)

[Gambas:Video CNN]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.