Pemilik hewan peliharaan punya ingatan lebih baik

Jakarta (ANTARA) – Memiliki hewan peliharaan di rumah dapat memberikan manfaat kesehatan jangka panjang di luar dukungan emosional, menurut sebuah studi yang dirilis pada Rabu (23/2).

Menurut studi yang diumumkan American Academy of Neurology dan akan dipresentasikan pada April mendatang itu, pemilik hewan peliharaan yang sudah berusia lanjut memiliki tingkat penurunan kognitif lebih lambat dibandingkan mereka tanpa hewan peliharaan.

Baca juga: Jakbar targetkan 7.500 hewan peliharaan divaksin rabies tahun 2022

Seperti dikutip dari Insider, Minggu, para peneliti menggunakan data dari University of Michigan’s Health and Retirement Study untuk membandingkan skor kognitif pemilik hewan peliharaan dan bukan pemilik hewan peliharaan. Studi awal melibatkan beberapa tes untuk mengevaluasi memori dan kognisi selama periode enam tahun.

Mereka menemukan, pemilik hewan peliharaan dalam jangka panjang lebih lambat 1,2 poin dalam penurunan kognitif dibandingkan orang tanpa hewan peliharaan.

Selama masa studi enam tahun, peserta diberi skor pada skala 27 poin berdasarkan kemampuan kognitif mereka.

Siapa pun yang menunjukkan tanda-tanda penurunan kognitif pada awal penelitian tidak termasuk dalam sampel akhir dari 1.369 orang dewasa sekitar usia 65 tahun.

Lebih dari setengah partisipan studi melaporkan memiliki hewan peliharaan pada saat survei dan 32 persen memiliki hewan peliharaan selama lima tahun atau lebih.

Studi sebelumnya telah menggambarkan hubungan antara kepemilikan hewan peliharaan dan manfaat kesehatan jantung, seperti detak jantung istirahat yang lebih rendah dan tekanan darah dasar.

Ada kemungkinan mempunyai hewan peliharaan dapat melindungi dari stres, meskipun penelitian belum membuktikan sebab dan akibat langsung.

“Karena stres dapat mempengaruhi fungsi kognitif secara negatif, efek penyangga stres potensial dari kepemilikan hewan peliharaan dapat memberikan alasan yang masuk akal untuk temuan kami,” penulis studi Tiffany Braley, seorang profesor neurologi di University of Michigan.

Baca juga: Pet n Pop jalin kerja sama dengan ASPIN

Baca juga: Spanyol pertimbangkan kesejahteraan hewan dalam perebutan hak asuh

Baca juga: Data Monitor sebut penyayang “anabul” kian banyak

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.