Teten: Optimalkan peran PLUT guna digitakisasi produk KUMKM

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan makin mengoptimalkan peran dan fungsi Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM (PLUT KUMKM) untuk mendukung percepatan produk koperasi serta UKM masuk ke pasar online atau pasar digital.

Percepatan produk KUMKM masuk ke pasar online antara lain ke dua aplikasi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), yakni e-Katalog dan Bela Pengadaan.

“Belanja pemerintah untuk produk dalam negeri adalah bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap produk dalam negeri, terutama bagi koperasi dan UMKM,” ucapnya ketika mengisi webinar sebagaimana dalam keterangan pers, ditulis di Jakarta, Jumat.

Lebih lanjut, ia menargetkan satu juta produk UMKM masuk ke dalam laman LKPP.

Baca juga: Teten: PLUT dapat jadi tempat nongkrong milenial untuk berinovasi

Hingga Januari 2022, jumlah UMKM yang telah masuk dalam laman LKPP terdiri dari UKM onboarding dalam Sistem Pengadaan Secara Elektronik/SPSS sebanyak 178.279 unit, e-Katalog sebanyak 491 unit, dan Bela Pengadaan sebanyak 291.464 unit.

“Ke depan, Kementerian Koperasi dan UKM terus mengoptimalkan peran dan fungsi PLUT KUMKM yang tersebar di 74 kabupaten/kota di 32 provinsi Indonesia untuk mendukung percepatan produk KUMKM  ke pasar online di berbagai platform,” kata dia.

Adapun bentuk dukungan yang dapat dilakukan PLUT, lanjutnya, antara lain melakukan pembinaan dan pendampingan UMKM sekaligus kurasi produk agar sesuai standar.

Hal ini dinilai sesuai dengan konsep New PLUT, yaitu di antaranya menjadikan PLUT sebagai pusat konsultasi dan pendampingan, pusat pengembangan produk unggulan daerah, lokapasar (marketplace), serta pendaftaran dan perizinan usaha.

Direktur Pengembangan Strategi dan Kebijakan Pengadaan Umum LKPP, Emin Adhy Muhaemin menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen meningkatkan kontribusi KUMKM dalam pengadaan barang dan jasa di kementerian/lembaga.

Sejak tahun 2021 hingga 14 Februari 2022, tercatat data transaksi dalam laman LKPP sebanyak Rp58,18 triliun.

Baca juga: Teten sebut PLUT dorong UMKM “onboarding” ke ekosistem digital

Rinciannya yakni 137 etalase produk 116.000 produk tayang, 308.000 paket pembelian (purchasing), 2.500 penyedia katalog elektronik, 106.400 Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan 56.400 Pejabat Pengadaan (PP).

Mengenai komoditas yang masuk aplikasi Bela Pengadaan ialah mulai dari makanan, alat tulis kantor, angkutan, suvenir, kurir, furnitur, hingga kesehatan.

LKPP juga telah menggandeng 26 mitra toko daring seperti Gojek, Grab, Blibli, Shopee, dan Indotrading.

“Kami meminta roadmap (peta jalan) pengembangan dan penetrasi mitra toko daring ke daerah, sekaligus komitmen implementasi onboarding pelaku UMKM,” ungkap Enim.

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.